KESIMPULAN DAN RANGKUMAN


Kesimpulan dan Rangkuman pada posting kali ini merupakan kesimpulan dari Point-point yang telah dibahas; artikelnya bisa anda dapatkan di artkel yang telah kami upload secara bertahap yaitu :

  1. Islam Semakin Terasing
  2. Kewajiban Berpegang Teguh Pada Islam Disaat Keterasingannya
  3. Balasan Bagi orang yang berpegang teguh pada Islam
  4. Kenikmatan dan Ujian Bagi seorang Mukmin
  5. Manisnya Iman Hanya akan dirasakan oleh seorang mu’min
  6. Janganlah bersedih akan tetapi peganglah islam dengan teguh
  7. Makna sabda Nabi : Islam akan kembali terasing
  8. Janji Allah disaat terjadi kemurtadan
  9. Islam Agama yang haq sepanjang masa
  10. Kewajiban amar ma’ruf nahi munkar
  11. Janji Allah berlaku sepanjang masa
  12. Jangan segan menolong dan membela agama Allah 
  13. Janji Allah akan terpenuhi sesuai kualitas iman
  14. Lenyapnya Ilmu agama dengan wafatnya para ulama
  15. Keberadaan Al-Qur’an bukan jaminan Terpeliharanya ilmu agama

Dari apa yang telah dijelaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah di atas, kami merangkum dibawah ini beberapa poin penting sebagai bahan renungan dan semoga bermanfaat:

1. Pada saat Islam yang hakiki menjadi sesuatu yang terasing di tengah-tengah masyarakat muslim ini kita wajib berpegang teguh padanya dan tidak boleh meninggalkannya ;

“Dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan muslim” (QS. Ali Imran : 102.)

(Yang kami maksud dengan “Islam yang Hakiki” yaitu Islam yang dimaksud oleh Allah dan Rasul-Nya yang teiah diterapkan dan dijalankan oleh para sahabat dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka).

2. Orang yang teguh memegang Islam di saat keterasingannya adalah orang yang paling bahagia bahkan termasuk golongan “Assabiqun al-Awwalun” yang mengikuti Islam di saat keterasingannya dan akan memperoleh keridhaan Allah di dunia dan di akhirat. Lihat surat At-Taubah : 100.

3. Allah adalah Pelindung bagi orang-orang yang mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kapan dan dimanapun mereka berada. Lihat QS. Al-Anfal : 64.

4. Keburukan yang menimpa kaum muslimin peyebabnya adalah dosa-dosa mereka, dan meskipun mereka ditimpa suatu keburukan, namun kenikmatan yang dianugerahi Allah kepada mereka jauh lebih besar dari keburukan tersebut.

5. Keburukan yang menimpa orang-orang mu’min terobati dan terganti oleh manisnya iman dan kelezatannya yang mereka rasakan dalam hati-hati mereka serta sebagai penghapus dosa-dosa mereka.

6. Manisnya iman hanya dirasakan oleh orang yang ridha kepada Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya dan Muhammad sebagai nabinya.

7. Orang-orang mu’min dilarang bersedih hati, gelisah, pesimis dan resah ketika melihat kondisi Islam dan kaum muslimin yang telah mengalami perubahan lantaran makar dan tipu daya yang dilakukan orang-orang kafir terhadap mereka.

8. Jika berada dalam kondisi yang disebutkan pada poin ke-7 di atas, diperintahkan untuk tetap bersabar, bertawakkal dan tetap teguh memegang Islam serta yakin kepada Allah Ta’ala bahwasanya Dia senantiasa bersama orang-orang yang bertaqwa dan berbuat kebaikan.

9. Sabda nabi :

وَسَيَعُودُ غَرِيبًا كَمَا بَدَأَ

“Kemudian Islam akan kembali menjadi terasing sebagaimana permulaannya” mengandung dua pengertian :

Islam akan kembali terasing di banyak tempat dan zaman tertentu, lalu ia akan kembali menang sebagaimana kondisinya pada awal kemunculannya.

Pada akhir zaman kelak, jumlah pemeluk Islam akan menjadi kecil dan sedikit.

10. Pada masa “Pertengahan” yaitu antara “Permulaan” dan “Penghujung” Islam, akan tetap ada sekelompok dari umat Muhammad yang senantiasa tampak / menang di atas kebenaran. Kelompok itulah yang dinamakan “Thaifah Manshurah” (kelompok yang di tolong dan di menangkan) atau “Al-Firqah An-Najiyah” (golongan yang selamat).

11. Kondisi yang paling buruk dari keterasingan Islam adalah ketika banyak kaum muslimin murtad, keluar dari Islam, namun demikian Allah menjanjikan akan menggantikan mereka yang murtad itu, dengan yang lain yang memiliki sifat-sifat mulia seperti yang disebutkan pada ayat 54, surat Al-Maidah.

12. Salah satu bentuk keterasingan Islam, banyak ajaran dan tuntunan Islam yang tidak diketahui umat, lalu Allah mengutus pada setiap seratus tahun seorang mujaddid (pembaharu) yang menghidupkan dan memperbaharui tuntunan Islam yang telah dilupakan itu, nabi bersabda :

إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا

“Sesungguhnya Allah mengutus untuk ummat ini pada setiap seratus tahun, seorang mujaddid (pembaharu) yang memperbaharui urusan agama mereka.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud dan Al-Hakim).

13. Islam adalah agama yang paling benar dan tidak boleh ada keraguan sedikitpun dalam hati seorang mu’min akan kebenarannya.

14. Al-Amru bil Ma’ruf dan an-Nahyu anil mungkar sebuah kewajiban yang harus dan terus ditegakkan sesuai kemampuan dengan cara yang baik, sesuai tuntunan syari’at Allah dan Rasul-Nya.

15. Allah senantiasa menolong orang-orang yang beriman di dunia dan di akhirat. Adapun kekalahan atau keburukan yang ditimpakan kepada mereka didunia ini, penyebabnya adalah:

Kekurangan mereka dalam menjalankan Islam.
Perbuatan dosa yang mereka lakukan.
Menyelisihi petunjuk Allah dan RasulNya dalam beberapa hal, seperti yang terjadi pada perang uhud.

16. Khithab (firman Allah) yang diarahkan kepada kaum mu’minin seperti :

“Hai orang-orang yang beriman …… ” mencakup seluruh generasi umat ini.

17. Orang-orang kafir dan orang-orang yang murtad keluar dari dinul Islam, tidak akan mencelakakan Islam sedikitpun, bahkan Allah akan mendatangkan kaum yang beriman kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya, yang akan membela agama Islam sampai hari kiamat.

18. Syarat bagi pemenuhan janji Allah berupa pemberian kekuasaan di muka bumi ini adalah Iman dan amal salih. Dan sempurna atau tidaknya kekuasaan yang diberikan, sesuai dengan sempurna atau tidaknya iman dan amal salih yang ditegakkan oleh mereka yang dijanjikan. Artinya : apabila iman dan amal salih mereka sempurna maka kekuasaan yang diberikan-pun akan sempurna.

Demikian sebaliknya, apabila pada iman dan amal salih mereka terdapat kekurangan, maka kekuasaan yang diberikan kepada mereka akan berkurang pula, sesuai dengan kekurangan yang ada pada Iman dan amal salih mereka, wallahu Ta’ala a’lam.

19. Pengangkatan / pencabutan ilmu agama terjadi dengan diwafatkannya para ulama pengemban ilmu, sehingga jika para ulama telah wafat yang akan tinggal hanyalah orang-orang jahil yang berfatwa tanpa berdasarkan pada ilmu agama yang benar. Akibatnya, mereka tersesat dan menyesatkan orang lain.

Poin yang ke 19 ini telah menjadi realita di zaman kita ini. Dimana muncul orang-orang jahil yang bergelar professor, doctor, insinyur dan lain sebagainya, berbicara tentang agama padahal mereka bukan ahlinya sehingga tidak sedikit kaum awam yang tersesat akibat fatwa-fatwa tersebut.

20. Terpeliharanya al-Qur’an sampai waktu yang ditentukan Allah, bukan merupakan jaminan bagi terpeliharanya ilmu agama. Karena lenyapnya ilmu agama dengan wafatnya para ulama, dan pada saat itu al-Qur’an masih tetap bersama kaum muslimin, dibaca dan dihafalkan namun tidak difahami maknanya dan tidak diamalkan kandungannya.

21. Di akhir zaman kelak al-Qur’an akan dilenyapkan dari seluruh mushaf dan dada-dada para penghafalnya sebagai pertanda mendekatnya kiamat. Wallahu Ta’ala a’lam.

About these ads

Posted on 12 Agustus 2011, in Syarh Hadits and tagged . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

Silahkan komentar dengan sopan :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: